Dari Ruang Kelas Menuju Era AI: SMAN 2 Ngadirojo Siapkan Guru Menjadi “Captain” Transformasi Pendidikan melalui IHT (In House Trainning) Koding dan Kecerdasan Artifisial
Selama tiga hari, seluruh guru SMAN 2 Ngadirojo mengikuti In House Training (IHT) Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam Pendekatan Deep Learning. Menghadirkan lima narasumber dari Cabang Dinas Pendidikan, Pengawas Pembina, Kepala Sekolah, hingga Guru Informatika, kegiatan ini menjadi momentum penting membangun kompetensi guru sekaligus menyiapkan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan relevan dengan tantangan abad ke-21.
Ngadirojo, 9 Juli 2026 — Transformasi pendidikan tidak lagi sekadar berbicara tentang perubahan kurikulum, tetapi juga tentang bagaimana guru mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memimpin perubahan di ruang kelas. Berangkat dari semangat tersebut, SMA Negeri 2 Ngadirojo menyelenggarakan In House Training (IHT) Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam Pendekatan Deep Learning selama tiga hari, mulai 7 s/d 9 Juli 2026, bertempat di Aula SMAN 2 Ngadirojo.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Melalui pendekatan Deep Learning, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dan penguatan literasi coding, guru didorong untuk menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, serta karakter peserta didik sesuai dengan Profil Lulusan Indonesia.
Filosofi “Captain Kesebelasan” Membuka Semangat Transformasi Pendidikan
Kegiatan IHT secara resmi dibuka pada Selasa (7/7/2026) oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Pacitan, Bapak Dr. Sasmito Pribadi, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh guru untuk menyambut transformasi pendidikan dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh warga sekolah.
Mengawali arahannya, beliau menyampaikan filosofi yang menarik dengan mengibaratkan dunia pendidikan seperti sebuah pertandingan sepak bola. Menurut beliau, seorang pemimpin tidak harus selalu menjadi seorang coach (pelatih), tetapi harus mampu menjadi seorang captain (kapten) di lapangan. Seorang pelatih memang menyusun strategi dari luar lapangan, tetapi seorang kapten hadir di tengah tim, menjadi teladan, membangun semangat, menjaga kekompakan, dan memastikan setiap anggota mampu memberikan kemampuan terbaiknya demi mencapai tujuan bersama.

“Dalam dunia pendidikan, kepala sekolah, guru, maupun pemimpin pembelajaran tidak harus selalu menjadi coach yang hanya memberi instruksi. Jadilah captain kesebelasan yang hadir bersama tim, menginspirasi, memberi teladan, membangun kolaborasi, serta bergerak bersama untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik,” pesan beliau.
Beliau menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat diwujudkan oleh satu individu, melainkan melalui kolaborasi seluruh ekosistem sekolah. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu mendampingi peserta didik, memfasilitasi eksplorasi pengetahuan, serta membangun budaya belajar yang aktif, kreatif, dan bermakna.
Usai membuka kegiatan, Bapak Dr. Sasmito Pribadi juga menyampaikan materi bertajuk “Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam Pendekatan Deep Learning.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa implementasi Koding dan AI merupakan bagian dari arah kebijakan transformasi pendidikan nasional untuk mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi abad ke-21. Melalui pendekatan Deep Learning, proses pembelajaran diharapkan bergeser dari sekadar transfer pengetahuan menuju pembelajaran yang lebih mendalam, reflektif, kontekstual, dan bermakna sehingga mampu melahirkan peserta didik yang kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, serta melek teknologi.
Beliau juga mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi, terbuka terhadap inovasi, dan menjadikan kecerdasan artifisial sebagai mitra dalam menciptakan pembelajaran yang efektif tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter. Menurutnya, AI bukanlah pengganti guru, melainkan alat yang membantu guru menghadirkan pengalaman belajar yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Hari Pertama: Memahami Arah Kurikulum dan Transformasi Pembelajaran
Masih pada hari pertama, peserta memperoleh materi dari Pengawas Pembina SMA Wilayah Kabupaten Pacitan, Bapak Drs. Heru Triyono, M.M. yang membahas implementasi pembelajaran berkualitas melalui penguatan profesionalisme guru. Beliau menekankan bahwa perubahan paradigma pendidikan harus dimulai dari perubahan pola pikir pendidik dalam merancang pembelajaran yang aktif, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan mampu membangun pengalaman belajar yang mendalam. Guru diharapkan menjadi pembelajar sepanjang hayat yang selalu siap beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selanjutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 2 Ngadirojo, Bapak Sukmono Hadi, S.Pd., menyampaikan materi mengenai Kurikulum Diversifikasi. Dalam paparannya dijelaskan bahwa diversifikasi kurikulum memberikan ruang bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik, potensi daerah, perkembangan zaman, serta kebutuhan masyarakat. Fleksibilitas kurikulum menjadi peluang bagi guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan nyata.
Hari Kedua: Menumbuhkan Growth Mindset dan Mengoptimalkan AI dalam Pembelajaran
Memasuki hari kedua, Rabu (8/7/2026), kegiatan diawali dengan materi bertema Growth Mindset yang disampaikan oleh Kepala SMAN 2 Ngadirojo, Ibu Masclahah, S.Pd.I., M.Pd.
Dalam materinya, beliau mengajak seluruh guru untuk memiliki pola pikir bertumbuh sebagai fondasi utama menghadapi perubahan pendidikan yang berlangsung sangat cepat. Guru yang memiliki growth mindset akan senantiasa terbuka terhadap inovasi, berani mencoba hal baru, tidak takut menghadapi kegagalan, dan menjadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.
Suasana pelatihan semakin interaktif ketika memasuki sesi praktik bersama Guru Informatika SMAN 2 Ngadirojo, Bapak Muga Linggar Famukhit, M.Kom. Peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dan Coding dalam pembelajaran.
Berbagai platform berbasis AI diperkenalkan sebagai alat bantu untuk menyusun perangkat ajar, membuat media pembelajaran interaktif, menghasilkan soal berbasis HOTS, menyusun asesmen, hingga meningkatkan efektivitas administrasi guru. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada konsep dasar coding yang dapat diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran guna melatih kemampuan berpikir komputasional peserta didik.
Antusiasme peserta tampak sepanjang sesi praktik. Para guru aktif berdiskusi, mencoba berbagai aplikasi, bertanya, dan saling berbagi pengalaman dalam memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pembelajaran yang inovatif.
Hari Ketiga: Dari Pelatihan Menuju Aksi Nyata di Kelas
Puncak kegiatan dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026) melalui workshop penyusunan perangkat ajar yang mengintegrasikan pendekatan Deep Learning, Artificial Intelligence, dan Coding. Pada sesi ini seluruh peserta secara mandiri maupun berkelompok menyusun modul ajar, bahan ajar, asesmen, media pembelajaran, serta aktivitas belajar yang dirancang sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing dengan memanfaatkan teknologi AI secara bijaksana.
Pendampingan dilakukan secara intensif sehingga setiap guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menghasilkan produk nyata berupa perangkat pembelajaran yang siap diterapkan pada tahun ajaran baru. Hasil karya peserta kemudian dipresentasikan sebagai bentuk refleksi sekaligus berbagi praktik baik antarguru. Momentum ini menjadi penanda bahwa transformasi pembelajaran tidak berhenti pada pelatihan, tetapi akan berlanjut dalam praktik nyata di ruang kelas.

Bersama Menjadi “Captain” Transformasi Pendidikan
Pelaksanaan IHT selama tiga hari ini menjadi bukti nyata komitmen SMAN 2 Ngadirojo dalam membangun budaya belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung transformasi pendidikan nasional.
Melalui penguatan kompetensi guru dalam implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) berbasis pendekatan Deep Learning, sekolah optimistis mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, personal, dan bermakna sehingga peserta didik tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, berkomunikasi, serta berkarakter sesuai dimensi Profil Lulusan Indonesia.
Lebih dari sekadar pelatihan, IHT ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari para pendidik yang terus belajar. Sebagaimana filosofi yang disampaikan pada pembukaan kegiatan, guru bukan hanya pengajar, melainkan “captain” yang mampu menginspirasi, menggerakkan, dan menuntun peserta didiknya menghadapi tantangan masa depan. Dengan semangat “Belajar Mendalam, Berkarya dengan Teknologi, dan Berinovasi untuk Masa Depan”, SMAN 2 Ngadirojo terus meneguhkan komitmennya untuk menjadi sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, melahirkan pendidik profesional, serta mencetak generasi unggul yang siap menyongsong era kecerdasan artifisial dan Indonesia Emas 2045.







